Utang
Belom pernah sebelomnya gwe ditagih untuk blog entry. Apakah itu berarti tidak ada yang benar-benar serius membaca blog gwe? *terluka* Sampai kemaren tiba-tiba Princess Kebo menagih gwe bahkan menanyakan apakah gwe mengalami insiden lain dengan curling iron. Tiba-tiba gwe merasa disemangati.
Lebay? Biarin. Ini blog gwe.
Sebagai manusia bertanggung jawab, gwe akan memenuhi janji gwe kemarin. Sekaligus mereview penerbangan yang gwe alami saat gwe pulang kampung beberapa minggu yang lalu.
Gwe naik Lion Air. Tidak seperti yang gwe duga sebelomnya, setelah berpuluh-puluh kali gwe naik pesawat bekas kecil-kecil, kali ini gwe naik pesawat baru dengan Lion Air. Bukannya gwe kecewa karena gwe nggak bisa mencela, tapi gwe kecewa karena gwe nggak bisa memuji kebaruan pesawat ini.
Emang sih pesawatnya baru, tapi layout isinya nggak jauh-jauh beda sama yang dulu gwe naiki. Jarak antar kursinya rapet-rapet, dan bukan lebay yah, tapi begitu turun dari pesawat gwe langsung mengalami encok dan lutut gwe ga bisa dilurusin untuk beberapa menit. Kebayang betapa sempitnya? Bahkan kursi di kampus gwe punya lebih banyak space untuk kaki dan tas daripada di pesawat.
Pesawatnya tidak datang terlambat, mungkin karena penerbangan pertama. Ya iyalah, kalo penerbangan pertama aja telat, nggak kebayang penerbangan terakhir. Bisa berangkat besok harinya kali...
Btw, gwe baru tau bahwa ada peraturan yang melindungi konsumen maskapai penerbangan. Peraturannya dipajang dengan jelas di terminal gitu. Kalo pesawatnya terlambat berapa menit gitu, kita harus wajib dikasih snack. Lebih lama lagi, harus dikasih makan siang/malam tergantung waktunya. Kalo lama banget telatnya, kita harus dapet makan dan kalo mau ganti pesawat dengan maskapai lain, maka maskapai harus wajib nyariin pesawat penerbangan di jam tsb.
Kalo dibatalkan, maka harus wajib merefund atau mencarikan penerbangan lain buat customer. Kalo telatnya lama banget sampe harus nginep, maka harus disediakan transpor dan penginapan yang memadai. Lupa undang-undangnya, tapi kalo tertarik silakan googling, gwe rasa ada di sana deh.
Masalah lainnya, berhubung penerbangan high season, makanya pesawatnya penuh. Bukan cuma penuh, dengan jarak yang segitu mepet-mepetnya, pesawatnya jadi terasa sesak. Gwe sempat shock saat bangun tidur, gwe kira gwe lagi ada di bus bukan di pesawat. Bahkan shuttle bus karawaci aja lebih nyaman. Huh.
Puas sekarang?
At least utang udah dibayar.










